TAUSYIAH MANTAN DOSEN YANG SANGAT MENYENTUH
Saya tidak pernah menyangka bahwa hari Sabtu tanggal 17 Desember 2016 akan mendengarkan tausyiah yang sangat menyentuh hati yang disampaikan oleh mantan dosen saya yaitu Ustadz Iskandar,S.Si dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Kepulauan Meranti ke-8 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Kantor Camat Merbau.
Beliau dulu merupakan Dosen Politeknik Bengkalis dan mengajar mata kuliah Agama semester satu pada Jurusan Administrasi Bisnis tahun 2001. Setelah kurang lebih 12 tahun tidak pernah bertemu teryata Allah mempertemukan kembali dengan Tausyiahnya yang sangat meyentuh hati. Dalam Tausyiahnya Beliau mengatakan bahwa dalam menjalani hidup harus lebih banyak bersyukur kepada Allah SWT apapun keadaan kita.
Jiwa dan raga ini hanya milik Allah, dan kita harus mau mengikuti desainNYA mulai dari muda sampai berubah menjadi tua. Tentu saja kalau raga ini bukan milik Allah pasti kita akan tetap menginginkan awet muda dan kita tidak mau raga ini sakit. Namun semua itu kita harus tetap bersyukur dan berfikir positif terhadap Allah. Kita harus beryukur misalnya walaupun terpijak kotoran hewan, karena masih kaki yang terpijak bukannya hidung, seandainya hidung yang menyentuh kotoran hewan kita juga harus tetap bersyukur karena hidung kita masih bisa mencium dan membedakan mana kotorann hewan dan mana bau parfum. Bisa dibayangkan seandainya hidung kita tidak peka terhadap indra penciuman. Bau kotoran hewan pasti disangka bau parfum merk termahal dan sebaliknya.
Saya baru menyadari arti bersyukur yang disampaikan oleh Beliau, jadi saya tetap akan bersyukur walaupun saya merupakan pejuang kanker tiroid lebih dari 10 tahun, karena sampai saat ini masih diberi kekuatan, hati yang ikhlas dan bisa menikmati hidup dengan bahagia. Beliau juga mengatakan bahwa berfikir Negatif sama halnya memasukkan sampah ke dalam otak. Itu artinya berfikir negatif akan membuat hidup sia-sia saja. Berfikir negatif bisa diibaratkan dengan penjumlahan bilangan matematika misalnya 10 + (-2) = 8, artinya 10 pikiran positif di tambah dua pikiran negatif maka hasinya akan mengurangi pikiran yang positif. Kemudian 8 + (-2) = 6, 6 + (-2) = 4, 4 + (-2) = 2, 2 + (-2) = 0, 0 +(-2) = -2 dan seterusnya sampai menghasilkan semua menjadi negatif. Sekecil apapun pikiran negatif pasti akan mengurangi pikiran yang positif dan berubah menjadi energi negatif.
Satu jam tidak terasa Beliau menyampaikan tausyiahnya, selain itu Beliau juga menyampaikan pemahaman mengenai keluarga sakinah dan ciri-ciri keluarga sakinah. Adapun ciri-ciri keluarga sakinah yaitu keluarga yang islami, Komunikatif, Berkecukupan dan romantis. Intinya dalam keluarga suami istri harus mencintai pasangan dengan segala kelebihannya dan mengasihi pasangannya dengan segala kekurangannya.
Saya bersyukur dipertemukan dengan Beliau dengan tausyiahnya yang begitu menyentuh hati dan semoga dilain kesempatan saya masih bisa mendengarkan tausyiah-tausyiahnya dan bisa menerapkan dalam kegidupan sehari-hari.

Alhamdulillah bisa menyambung silaturahmi lagi... tetep semangat ya mbak, dalam syukur insya Allah selalu ada semangat deh :)
BalasHapusTerima kasih ya mbak... insyaAllah akan tetap semangat dan berjuang
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus