CATATAN KECIL 10 TAHUN PERNIKAHAN UNTUK SUAMIKU




10 tahun yang lalu, engkau telah mengucapkan janji suci pernikahan yang dilakukan di Kantor Urusan Agama Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau. Sehingga aku mempunyai kesempatan untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk Vania Raisa yang saat ini sudah berumur 8 tahun dan duduk di bangku Sekolah Dasar kelas tiga.

Padahal engkau tahu bahwa aku merupakan pejuang kanker tiroid saat itu dan harus minum hormon Livothyroxine seumur hidup, namun engkau tetap mengambil keputusan untuk menjadikanku sebagai istrimu. Keputusan yang engkau ambil membuat hatiku sangat terharu dan bahagia. Betapa tidak! saat itu baru selesai menjalani operasi pengangkatan kelenjar tiroid dan masih mengalami gangguan suara pasca operasi, namun engkau tidak pernah berubah dalam hal mencintai dan menyayangi serta keputusan yang engkau ambil.

Niat dan ketulusan hatimu membuatku sebagai istri sangat bahagia hingga saat ini. 10 tahun kita jalani bahtera rumah tangga dengan liku-liku kehidupan yang harus kita lewati. Tanggung jawabmu sebagai seorang suami dan ayah sangat aku kagumi. Walaupun terkadang engkau mempunyai sifat yang sedikit emosional namun engkau tidak pernah membuat hatiku sedih. Engkau selalu mensuport dalam segala hal, baik dalam mengurus rumah tangga, mengurus anak, bekerja dan berdagang dengan catatan tetap menjaga kesehatan dan menjalani pola hidup sehat. Jika sedikit saja aku mengalami masalah kesehatan engkau begitu panik dan takut. Engkau juga menunjukkan rasa sayang dan tanggung jawab begitu besar sehingga engkau selalu berjuang untuk mengusahakan pengobatan kanker tiroidku sampai ke Luar Negeri. 
Engkau pasti ingat bagaimana paniknya saat ku melahirkan secara caesar dan bisa melewati hari yang penuh perjuangan. Harus membeli susu formula terbaik untuk anak kita karena aku tidak bisa memberikan ASI eksklusif. Harus memberi persetujuan untuk menjalani kuretase karena aku tidak boleh hamil selama satu tahun pasca ablasi padahal saat itu kita sangat menginginkannya. Engkau selalu memenuhi tanggung jawabmu dan berusaha membuat anak dan istri selalu bahagia disampingmu.

Semoga aku bisa menjadi istri yang baik dan tetap menjadi pendampingmu sampai di akhirat nanti. Sampai kapanpun aku akan tetap mencintai dan menyayangi dengan sepenuh hati. Terima kasih engkau selalu ada di sampingku dan semoga kita menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warahmah wahai suamiku. Amin.

Komentar

  1. Q terharu.....ternyata atas kekuasaan ilahi Ia telah turunkan Jodoh yang begitu setia menerima kita lengkap dengan kekurangannya.

    BalasHapus
  2. Semoga saya tetap kuat dan ikhlas mbak atas takdir yang sudah ditentukan...

    BalasHapus
  3. Semoga saya tetap kuat dan ikhlas mbak atas takdir yang sudah ditentukan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA DI BALIK KANKER TIROID

SAYA PEJUANG KANKER TIROID

HIDUP ADALAH PERJUANGAN