CERITA DI BALIK KANKER TIROID
Hasil
PA yang Mengejutkan
Pada
tanggal 19 September 2006, ketika umur 25 tahun, saya menjalani operasi
pengangkatan kelenjar tiroid atau gondok
di salah satu Rumah Sakit Pekanbaru
Provinsi Riau. Kelenjar ini memproduksi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin
(T3) dan menyalurkan hormon tersebut ke dalam aliran darah. Hormon tersebut
dikendalikan oleh kadar hormon perangsang tiroid thyroid stimulating hormone (TSH) iodium non organik yang diserap dari
saluran cerna merupakan bahan baku hormon tiroid.
Kemudian
dari hasil PA (Pantologi Anatomi) diketahui adanya kanker tiroid tipe papiler. Dunia
seolah runtuh, kaki tidak mampu berpijak, pandangan mendadak berkunang-kunang.
Mendengkar kata kanker saja, pasti sudah terbayang bahwa penyakit kanker tidak
ada obatnya dan akan menemui ajal di usia muda. Apalagi ketika dokter
memberitahu bahwa untuk memenuhi kebutuhan tiroid harus mengkonsumsi hormon Thyrax seumur hidup dengan dosis 3 X ½
perhari. Cek darah berupa FT3, FT4, TSH dan Thyroglobulin juga harus dilakukan secara
rutin.
Tiga
bulan setelah menjalani operasi, saya memutuskan untuk menikah, tepatnya pada
tanggal 30 Desember 2006. Namun sebelum menikah sudah dijelaskan riwayat
penyakit kepada calon suami. Betapa bahagaianya mendengar ketika calon suami
bisa menerima saya apa adanya sampai saat ini.
Setelah
menikah saya harus melanjutkan kontrol ke Dokter Onkologi untuk melakukan cek darah
berupa TSH, FT3, FT4 dan tyhroglobulin. Khusus cek thyroglobulin baru dilakukan
untuk pertama kalinya dan diketahui hasilnya 11,3 tanpa puasa hormon Thyrax. Dari hasil cek darah tersebut dokter
menyarankan untuk melakukan cek thyroglobulin tiga bulan kemudian.
Hasil
thyroglobulin setelah tiga bulan sangat mengejutkan yaitu 12.1, artinya ada
peningkatan dari hasil cek yang pertama. Untuk itu dokter menyarankan harus
menjalani operasi yang kedua kalinya. Lemah dan tidak berdaya ketika harus
mendengar operasi lagi.
Kerena
minimnya pengetahuan mengenai bahayanya kanker tirroid, saya melupakan saran
yang telah diberikan oleh dokter, dan memutuskan untuk melakukan program punya
anak dibandingkan harus menjalani operasi yang kedua. Akhirnya saya berhasil
hamil dan melahirkan di tahun 2008 secara caecar
di salah satu Rumah Sakit Kabupaten Bengkalis. setelah melahirkan dan
kesibukan dalam mengurus anak, masalah kanker tiroid sedikit terlupakan sampai
anak umur 7,5 tahun.
Jakarta atau Malaysia?
Awal
tahun 2016, setelah kurang lebih sembilan
tahun tidak melakukan kontrol ke Dokter Onkologi saya memberanikan diri untuk
melakukan serangkaian cek darah dengan konsekwensi mendapat hasil terburuk
sekalipun. Keberanian ini muncul atas dasar dorongan teman-teman Grup WhatsApp PITA
TOSCA.
PITA
TOSCA adalah support Group dan tempat
berkumpul serta berbagi informasi bagi pejuang kesehatan tiroid yang didirikan
oleh Saudara Bunga Ramadani dan Astriani Dwi Aryaningtiyas. Terima kasih saya
ucapkan kepada Mbak Bunga dan mbak Astri yang sudah memberikan
kesempatan untuk bergabung di Grup PITA TOSCA. Selanjutnya untuk Mbak Tri Wahyuni Zuhri, Mbak Ida Mbak Ugik, Mimi Lasmi, Mbak
Rina dan seluruh anggota PITA TOSCA tanpa bisa saya sebutkan satu persatu, yang
telah membantu membukakan pintu keberanian untuk menghadapi kanker tiroid. Saling berbagai
informasi dan cara penangan kanker tiroid secara tepat. Sehingga saya mempunyai kekuatan
untuk melakukan cek darah. Dari hasil cek darah tersebut diketahui hasilnya
antara lain:
- TSH <0,05 UUL/ML dengan nilai rujukan 0,25-5 UUL/ML
- FT3 5,64Pmol/c dengan nilai rujukan 4-8,3 Pmol/c
- FT4 39,06 Pmol/c dengan nilai rujukan 10,6 – 19,4 Pmol/c
- Thyroglobulin 24,9 dengan nilai rujukan<=55 untuk hasil normal thyroglobulin harus 0,001 tanpa puasa hormon thyrax.
Di
lihat dari hasil cek darah di atas, Dokter Onkologi merujuk untuk melakukan Thyroid Scan di salah satu Rumah Sakit Jakarta.
Untuk diketahui, di Riau belum mempunyai fasilitas Thyroid Scan, Ablasi dan Whole
Boddy Scan, fasilitas tersebut merupakan tahapan dan tindakan untuk
penyembuhan kanker tiroid. Namun sebelum Dokter Onkologi memberikan surat
rujukan, saya mengambil keputusan untuk
melakukan pengobatan di Malaka Malaysia.
Ada
beberapa pertimbangan yang menjadikan saya harus memilih melanjutkan pengobatan di Malaka Malaysia yaitu :
- Antara Jakarta dan Malaysia di lihat dari tempat tinggal yaitu di Kecamatan Merbau Kabupaten kepulauan Meranti Provinsi Riau lebih dekat ke Malaysia dibanding harus ke Jakarta.
- Adanya fasilitas angkutan dari Rumah Sakit untuk antar jemput pasien dari Pelabuhan, Hotel dan ke Rumah Sakit secara gratis.
- Biaya transportasi dengan menggunakan kapal laut lebih murah dan terjangkau.
- Phobia dengan ketinggian dan menggunakan transportasi udara.
- Belum mengenal Kota Jakarta dan tidak memiliki sanak famili.
Pengalaman
Pertama Pengobatan Kanker Tiroid di Malaysia
Dari
berbagai pertimbangan di atas, akhirnya tanggal 20 Maret 2016, saya berangkat
ke Malaka Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Selat Baru Kabupaten
Bengkalis Provinsi Riau, dengan menggunakan transportasi laut. Hanya sekitar 1
jam 45 menit atau sekitar pukul 2 siang waktu setempat, saya udah sampai di
Pelabuhan Malaka tepatnya di Terminal Ferry Antara Bangsa Malaka Malaysia.
Dari
pelabuhan tersebut saya diantar oleh mobil salah satu Rumah Sakit di Malaka ke
Hotel yang tidak terlalu jauh dari Terminal Ferry Antara Bangsa Malaka dengan tarif satu malam RM60 atau sekitar Rp
190.000 ( nilai tukar Rupiah 3.220). 60 Ringgit merupakan tarif yang
terjangkau, dengan fasilitas AC, TV, kamar mandi dan tempat tidur yang layak.
Esok
harinya Senin tanggal 21 Maret 2016
pukul 7.00 wib atau pukul 8 waktu
setempat, di lobi Hotel, saya menunggu mobil Rumah Sakit yang akan melewati
setiap Hotel, menjemput pasien untuk di antar
ke Rumah Sakit secara gratis. Setelah sampai, seperti biasa langsung daftar ke
Dokter Spesialis Onkologi & Radioterapi, hanya menunggu kurang lebih 30
menit, saya sudah dipanggil ke ruangan Dokter.
Dokter
memberikan banyak pertanyaan mengenai kanker tiroid dan tindakan apa saja yang
sudah dilakukan. Alkhamdulillah saya sudah mepersiapkan semuanya, membawa semua
berkas dari sebelum operasi sampai sesudah operasi yang dilakukan di Indonesia.
Jadi bisa dijadikan referensi oleh Dokter di Malaysia. Akhirnya saya di suruh
untuk melakukan cek paru-paru (karena sering mengalami sesak napas dan batuk)
dan USG Thyroid.
Dari
hasil cek paru-paru tidak perlu dikhawatirkan, namun hasil USG Thyroid inilah diketahui ada nodul kecil-kecil di leher yang
bercampur darah, itu artinya sel kanker mulai aktif. Merujuk dari hasil Thyroglobulin satu bulan yang lalu
dengan hasil 24.9 yang dilakukan di Indonesia, Dokter Spesialis Onkologi &
Radioterapi menyarankan untuk melakukan
Ablasi atau proses Radioterapi Iodin dengan meminum cairan nuklir dosis 100
Mci pada tanggal 18 April 2016.
Photo
Bareng Bersama Dokter Spesialis Onkologi dan Radioterapi
Saya
menyetujui apa yang telah disarankan oleh Dokter demi kesembuhan penyakit
kanker tiroid. Walaupun harus merogoh
kucek dalam-dalam, karena Asuransi Kesehatan yang saya miliki tidak berlaku
di Negeri Jiran ini. Kemudian tanggal 22
Maret 2016 saya kembali ke Indonesia dan melakukan persiapan diet rendah Iodin
untuk menghadapi Ablasi nantinya.
Panduan Diet Rendah Iodin untuk
Proses Radioterapi Iodin atau Ablasi
Diet
rendah iodin adalah diet yang mengurangi kandungan iodin dalam tubuh kurang
dari 50 Microgram perhari. Diet ini hanya sementara, biasanya untuk dua minggu
sebelum mendapat perawatan Radioterapi Iodin atau lebih dikenal dengan ablasi.
Dengan melaksanakan diet rendah iodin, maka kandungan iodin di dalam tubuh akan
menurun, dan ini akan membantu proses Radioterapi Iodin atau ablasi berjalan
dengan baik.
Sebelum
menjalankan Radioterapi Iodin atau ablasi di salah satu Rumah Sakit Malaka
Malaysia, saya harus menjalankan diet rendah iodin mulai tanggal 4 April 2016
dan puasa hormon Thyrax selama satu bulan yang sudah di mulai sejak tanggal 21 Maret
2016.
Panduan
Diet Rendah Iodin tersebut antara lain:
KUMPULAN
MAKANAN
|
DIBENARKAN
|
PERLU
DIELAKKAN
|
Minuman
|
Kopi,
Teh, Air Kosong
|
-
Semua produk tenusu, jus buah
berwarna merah atau ‘fruit punch.
Caution:
Kebanyakan
krimer bukan tenusu adalah tinggi iodin
|
Roti
dan Bijirin
|
Gandum,
roti, bijirin dan pasta yang tidak mengandungi iodin (Calcium Iodate dan
Potassium Iodate)
|
-
Bijirin panas segera, roti
komersil, biskuit, mufin, kerepek dan produk yang dibakar yang mengandung
serbuk penaik/pelembut iodin
-
Mee diperbuat dari telur
|
Produk
Tenusu
|
tiada
|
Semua
produk tenusu
|
Gula
dan Pencuci Mulut
|
Gula,
jeli, sirap jagung, madu, sirap maple, serbuk koko
|
Susu
coklat
|
Telur
|
Putih
telur
|
Kuning
telur atau produk yang mengandung kuning telur
|
Lemak
|
Kebanyakan
lemak seperti minyak sayuran dan marjerin
|
Mentega
|
Buah
dan Jus Buah-Buahan
|
Semua
buah segar dan jus buah, buah dalam tin yang tidak mengandung pewarna merah
|
Buah
dalam tin yang mengandung pewarna merah seperti koktail buah
|
Protein
dan gantian
|
Mentega
kacang semulajadi tanpa garam, lembu, khinzir, ayam, ayam belanda dan kambing
|
-
Semua makanan laut dan semua
jenis ikan
-
Daging yang diasap seperti ham
ayam, khinzir, daging dan sosej
-
Kacang kekacang, kacang soya,
produk yang mengandung kacang soya
|
Garam
|
Garam
tanpa iodin
|
Garam
Iodin, garam laut
|
Sayur-sayuran
|
Semua
sayur segar atau sejuk beku tanpa garam, kentang tanpa kulit
|
-
Alam tin atau sejuk beku bergaram
-
Rumput laut
-
Brokoli, kobis, bunga kobis, bak
choy (Produk Goitrogenic)
|
Protein
Vegetarian dan kacang soya
|
Kacang,
tauhu, kacang soya
Komen:
elakkan semua produk kacang soya melainkan anda vegetarian dan memiliki
sumber protein yang terhad
|
-
Susu kacang soya
-
Burger vegetarian, sosej, produk
daging vegetarian gantian
|
Lain-lain
|
Herba,
lada, rempah ratus, cuka
|
-
Makanan ringan
-
Mayonis, sos putih, sos tiram,
krim soso
-
Sos ikan, pes ikan bilis, sos
kacang soya
|
Sumber:
Low-iodin Diet, Patient Education, Clincal Center National Institute of Health
ThyCa: Thyroid Cancer Survivors’ Association, Inc.sm.7th Edition, 2010.
Sudah
terbayang bagaimana menjalani diet rendah iodin. Saya lebih banyak makan
sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar yang ada di sekitar rumah seperti pepaya,
pisang, sirsak dan jambu untuk memenuhi gizi yang seimbang. Sementara untuk
kebutuhan protein di dapat dari daging ayam kampung. Kemudian dari diet inilah bisa
diketahui bahwa sesak napas dan batuk yang sering terjad tidak pernah kambuh
lagi, ternyata selama ini saya alergi protein yang berasal dari laut.
Demi kesembuhan penyakit kanker tiroid, saya harus
berjuang dan mengikuti semua yang sudah disarankan oleh Dokter. Mempersiapkan
diri dan mental untuk menjalani proses Radioterapi Iodin atau ablasi agar
mendapat hasil yang akurat dan bebas dari sel kanker tiroid. Semangat untuk
sembuh harus ada dalam diri dan menyerahkan semua hasilnya hanya kepada Allah
SWT.
Menjalani Ablasi di Negeri Jiran
Malaysia
Ketika
harus menjalani ablasi di Malaka Malaysia, saya mulai mencari informasi kepada
teman-teman di Grup PITA TOSCA yang sudah berpengalaman dalam menjalani ablasi.
Dari beberapa penjelasan bahwa reaksi tubuh dalam menerima cairan nuklir itu
berbeda-beda, tergantung dari kondisi tubuh masing-masing.
Istilah
ablasi mungkin tidak asing di telinga bagi pejuang kanker tiroid, namun bagi
sebagian orang terutama yang tidak memiliki masalah kelenjar tiroid atau
gondok, ablasi mungkin jarang di dengar. Ablsai adalah meminum cairan nuklir
atau bisa dalam bentuk capsul dengan dosis tertentu yang berfungsi untuk
menghancurkan sel-sel kanker tiroid dan di isolasi kurang lebih 4 hari di ruangan
khusus yang telah disediakan pihak rumah sakit.
Ablasi
bukan sesuatu yang menakutkan, sehingga sebagian orang takut untuk
menghadapinya. Bagi pejuang kanker tiroid, ablasi suatu yang harus dijalani
sesuai dengan saran dari Dokter. Seperti yang saya alami Senin tanggal 18 April
2016 harus menjalani ablasi di salah satu Rumah Sakit Malaka Malaysia. Setelah
menandatangani berkas persetujuan ablasi, saya di antar ke lantai tiga untuk
menempati ruangan isolasi. Di ruangan tersebut di beri penjelasan bahwa selama
di isolasi tidak boleh keluar ruangan. Semua peralatan mandi mulai dari handuk,
sabun, pasta gigi, brush gigi, shampo, tisu sudah disediakan, makan dan minum
selama di isolasi juga tersedia.
Enam
jam sebelum ablasi saya diharuskan berpuasa. Sekitar pukul 01.00 waktu setempat
Dokter Onkologi dan Radioterapi datang membawa sebuah box ukuran sekitar 20 Cm
persegi yang isinya cairan nuklir dalam bentuk capsul dosis 100Mci, kemudian
Dokter memakai sarung tangan dan membuka box tersebut, dan mengambilnya dengan
sebuah tongkat khusus ukuran panjang sekitar 70 Cm, dan langsung diberikan
kepada saya untuk langsung menelannya.
Hal
yang sama juga dilakukan kepada teman satu kamar diruangan isolasi, jadi waktu
ablasi saya tidak sendirian. Saya di ablasi bersama seorang nenek umur 80 tahun
warga negara Malaysia, Beliau sebenarnya sangat ramah dan baik hati. sayangnya
Beliau tidak bisa berbahasa Melayu apalagi bahasa Indonesia. Beliau hanya bisa
menggunakan bahasa Hokian. Jadi saya kesulitan untuk melakukan komunikasi,
hanya bahasa isyarat yang bisa saya gunakan untuk melakukan komunikasi.
Photo
Bareng Oma Saat Ablasi
Satu
jam kemudian perawat mengantar makanan dan obat anti muntah dan kembung dengan
menggunakan pakaian anti radiasi. Selama diruangan isolasi saya hanya merasakan
ruangan yang sangat dingin terasa sampai ke tulang, kemudian perawat memberikan
tambahan selimut yang tebal. Di ruangan yang dingin saya harus mandi tiga kali
sehari, minum air putih minimal enam liter dan banyak makan buah yang sudah
disediakan oleh pihak rumah sakit agar radiasi cepat berkurang. Selama di
isolasi saya selalu dipantau oleh dokter dan perawat yang rutin menanyakan
keadaan saya.
Saya
harus menikmati ablasi dengan hati senang agar ablasi berjalan dengan
semestinya membunuh sel kanker tiroid. Setelah tiga hari tiga malam tepat tanggal
21 April 2016, dokter memberitahu bahwa radiasi dalam tubuh saya sudah berkurang
hanya tinggal 3 mR/h. Kemudian diperbolehkan meninggalkan ruangan isolasi
dengan syarat selama 10 hari kedepan saya tidak boleh bertemu anak di bawah 13
tahun dan ibu hamil atau menyusui, dan selalu menjaga jarak dengan orang dewasa
radius dua Meter. Pakaian yang telah di pakai harus di cuci sendiri dan tidak
boleh di gabung dengan pakaian orang lain, dan satu hal yang perlu di ingat selama satu tahun tidak boleh hamil.
Pada
hari itu juga saya langsung pulang ke Indonesia. Sementara efek dari ablasi
saya rasakan setelah satu minggu. Setiap dipersendian terasa nyilu, perut
sering kembung, badan sedikit bengkak, dan selama satu bulan lidah terasa kebas
dan tidak bisa merasakan rasa asin. Dokter mengatakan efek yang saya rasakan merupakan
hal yang wajar dan seiringnya waktu bisa kembali normal.
Ketika Harus Memilih dan Memutuskan
di Saat Hamil Pasca Ablasi Satu Bulan
Satu
bulan pasca ablasi saya belum mendapatkan menstruasi, setelah masuk enam minggu
saya beranikan untuk melakukan tespek secara pribadi, hasilnya sangat
mengejutkan karena terbentuk dua garis merah sejajar yang artinya bisa
dikatakan positif hamil. Seolah tidak percaya dengan hasil tespek, saya ulangi
tespek lagi, hasilnya tetap sama. Antara percaya dan tidak, setelah enam tahun
menunggu akhirnya bisa hamil. Tetapi saya ingat apa yang dikatakan Dokter
Onkologi dan Radioterapi sebelum keluar dari ruangan ablasi bahwa saya belum
boleh hamil sampai satu tahun pasca ablasi.
Untuk
memastikan apakah saya hamil atau tidak saya berangkat ke Bengkalis untuk
melakukan USG di salah satu Rumah Bersalin Kabupaten Bengkalis. Namun sayang pada
saat itu dokter SpOG-nya tidak ada ditempat. Lalu saya melakukan USG dengan
dokter SpOG lain. Dari hasil USG belum terbentuk kantong janin, tetapi ada
penebalan pada dinding rahim, dokter menyarankan untuk kembali dua minggu kemudian.
Tidak
sabar menunggu sampai dua minggu, tepatnya tanggal 6 Juni 2016 atau hari
pertama di bulan puasa saya berangkat lagi ke Bengkalis menuju Rumah Bersalin.
Kenapa harus di Rumah Bersalin itu? Karena Dokternya merupakan Dokter SpOG
senior yang ada di kabupaten Bengkalis, saya juga pernah melakukan program untuk
anak pertama sampai melahirkan, tentu saja saya merasa nyaman jika melakukan
konsultasi dengan Beliau.
Dari
hasil USG ternyata saya positif hamil kurang lebih 6 minggu. “Hamil?” tidak
bisa saya gambarkan perasaan saya waktu itu. Ada perasaan senang, gembira,
sedih semua bercampur aduk, Namun apa
yang harus saya lakukan? Di satu sisi saya harus melanjutkan pengobatan setelah
ablasi. Sementara kalau tetap dipertahankan, kemungkinan janin tidak
akan berkembang dengan baik karena masih pengaruh terhadap radiasi nuklir yang
ada dalam tubuh saya yang sepenuh belum hilang. Dan masih banyak lagi
kemungkinan-kemungkinan yang membahayakan. Berat tetapi hari itu juga harus
diputuskan dan pada akhirnya harus menjalani kuret.
Rawat Inap Saat Menjalani Kuret
Rasa
sakit saat menjalani kuret mungkin tak seberapa jika harus dibandingkan dengan
perasaan sedih dan harus merelakan janin yang ada dalam rahim yang tidak bisa
dipertahankan. Namun suami yang selalu setia mendampingi itulah yang menjadi
kekuatan sehingga bisa mengikhlaskan apa yang sudah terjadi.
Perjuangan ini Belum Berakhir
Setelah
menjalani kuret, saya harus mempersiapkan diri dan fokus pada pengobatan
selanjutnya yaitu menjalani Whole Boddy Scan
di Kuala Lumpur pada tanggal 18 Agustus 2016 nanti dengan harapan hasil yang
bagus dan terbebas dari sel kanker tiroid.
Sehat
itu Mahal Harganya





Terharu baca kisah Mbak Wiyati. Sehat selalu yaa. Keponakan saya jg sedang berjuang. Kemoterapi setelah diangkat payudara kanan.
BalasHapusamin, makasih atas doa dan supportnya... semoga cepet sehat ya mbak keponakannya.. salam buat keponakan mbak...
HapusTerharu baca kisah Mbak Wiyati. Sehat selalu yaa. Keponakan saya jg sedang berjuang. Kemoterapi setelah diangkat payudara kanan.
BalasHapusSemoga sesuai harapan ya Mbk hasil pemeriksaan selanjutnya. Selalu semangat ya mbk.
BalasHapusamin... terimakasih ya mbak...
HapusSemoga sesuai harapan ya Mbk hasil pemeriksaan selanjutnya. Selalu semangat ya mbk.
BalasHapusSemoga allah senantiasa memberikan kekuatan dan semangat ya mba untuk kita semua. Pelukk
BalasHapusAmin... makasih mbak yuni...
BalasHapusPeluk untuk mbak yuni juga
Amin... makasih mbak yuni...
BalasHapusPeluk untuk mbak yuni juga
Amin... makasih mbak yuni...
BalasHapusPeluk untuk mbak yuni juga
Sedih..terharu...baca kisah perjuangan yati. Tp bangga dgn kekuatan dan keikhlasan yati menjalani ketetapanNya. Semoga selanjutnya benar2 terbebas dari kanker tiroid tsb. Doa terbaik buat yati....
BalasHapusMakasih ya neng... #peluk
HapusSemoga hasil wbs nya baik ya bu, saya dari PKU dan sudah Ablasi di RS yg sama krn saya kenal itu dokter yg di photo. Tetap Semangat!.
BalasHapusSemoga hasil wbs nya baik ya bu, saya dari PKU dan sudah Ablasi di RS yg sama krn saya kenal itu dokter yg di photo. Tetap Semangat!.
BalasHapusIya pak han sitohang.... wah... kita ditangani dengan dokter yang sama... makasih ya pak... tetap semangat...
BalasHapusSemoga hasil wbs baik sesuai harapan, semoga kita terbebas dari sel yang tak di rindukan itu, selalu semangat menjalani kehidupan
BalasHapusAmin... terima kasih atas doa dan suportnya mas Agus.. saya yakin Allah akan memberi hasil yang terbaik.
HapusAwal bacanya masih biasa2 aja, makin keujung makin nyesak. Tak bisa ditahan air mata ni. Tetap semangat yati.. Ingat kata pepatah, jika ujian yang diberikan Allah sebesar kapal, pasti hikmah disebaliknya akan sebesar lautan. Get well soon. Wish Allah protected u always...
BalasHapusiya kak.. amin... yang jelas yati tidak boleh cengeng.. harus kuat dan harus jadi pejuang tangguh untuk melawan kanker tiroid
HapusHalo mba Yuni, boleh saya minta kontaknya? Ada yang mau saya tanya2 terkait dengan kanker tiroid ini. Mama saya didiagnosa dokter kanker tiroid dan sekarang sedang shock berat mendengar diagnosa tersebut. Terimakasih sebelumnya mba.
BalasHapusboleh mbak silakan wa ke 08126135350 terima kasih
HapusTerharu banget sama perjuangannya mbak.. Semoga bisa pulih secepatnya ya mbak.. ^^
BalasHapusAamiin.. terima kasih mbak atas doa dan suportnya...
HapusTetap semangat mb.. Semoga segera sembuh. Percayalah, selalu ada jalan keluar disetiap permasalahan.. :)
BalasHapusiya mbak InsyaAllah akan tetap semangat...
HapusBener-bener perjuangan ya mba, terharu.
BalasHapusMemang sehat itu mahal ya harganya, semangat ya mba, semoga cepat pulih
Aamiin.. hanya berusaha menjalani takdir yang sudah ditetapkan... dengan penuh rasa syukur dan ikhlas
HapusSemoga segera pulih ya, Mbak. Dijauh kan dari segala penyakit.
BalasHapusAku salut sama perjuangannya.
aamiin terima kasih mbak...
HapusPerjuangannya luar biasa ya mbak. Jadi ingat waktu saya sakit TB Paru tahun 2010-2011 lalu. Kepikiran buat diceritakan di blog tapi kok ya gak jadi-jadi. Huhuhu
BalasHapusayo mbak tuliskan... biar orang tau bagaimana menghadapi TB paru... sampai bisa bersih
HapusSelalu sehat ya mba. Tulisan ini menjadi bahan informasi yang tepat untuk pengidap kanker tiroid lainnya
BalasHapusAamiin.. semoga aja ya mbak...
HapusMasyaAllah... Beratnya perjuanganmu, mbak. Membaca kronoligisnta aja bikin terharu. Semoga Allah selalu memberi kemudahan ya
BalasHapusAamiin... semoga saya selalu kuat ya mbak..
HapusMbak terima kasih sudah berbagi ceritanya. Salam kenal ya :)
BalasHapusSemoga tulisan ini bisa menginspirasi para survivor kanker lainnya dan semoga mbak diberi kesembuhan oleh Allah aamiin
Mbak terima kasih sudah berbagi ceritanya. Salam kenal ya :)
BalasHapusSemoga tulisan ini bisa menginspirasi para survivor kanker lainnya dan semoga mbak diberi kesembuhan oleh Allah aamiin
Aamiin ya Allah terima kasih mbak atas doa dan suportnya...
HapusCeritanya panjang mba, tp aku baca dr awal smpe akhir. Bagian paling sedih saat hrs meluruhkan janin ya mba. :(
BalasHapusTerima kasih mbak sudah melusngkan waktu untuk membaca tulisan saya...
HapusIya mbak saat kuretase itu gak bisa dibayangkan sedihnya... sefih harus abkasi lagi mungkin belum seberapa mbak... hingga saat ini saya masib berjuang untuk kesembuhan...
meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya...
HapusIya mbak saat kuretase itu gak bisa dibayangkan sedihnya... sedih harus ablasi lagi mungkin belum seberapa mbak... hingga saat ini saya masih harus berjuang untuk kesembuhan...
Duh, sedihnya harus merelakan janin yg baru mau tumbuh ya mba. Rasanya lebih sakit dari kuretnya :(, semoga dapat ganti yang lebih baik
BalasHapusPerjuangan belum berakhir ya mba, semangat.
Kagum dengan keteguhan hati Mbak dan suami menjalani penyembuhan kanker ini. Temanku ada yang tiroidnya diambil dan harus rajin minum obat setiap hari. Dosisnya dia 1 pil kecil aja tapi kalau sampai lupa minum obat, bisa pingsan. Semoga keluarga Mbak diberikan kesehatan oleh Allah.
BalasHapusMba boleh minta kontaknya saya ingin sharing, saya minggu lalu lepas operasi dan hasil pa menunjukan saya terkena kanker tiroid
BalasHapus
BalasHapusJUTAWAN HERBS, ada penawar untuk anda sembuh daripada pelbagai penyakit kanser yang telah Terbukti berkesan dan turut dipercayai pesakit2 kanser di seluruh malaysia dan luar negara. Menjadi produk yang wajib dibawa ke mana sahaja, Produk keluaran JUTAWAN HERBS adalah pengeluar produk yang berpengalaman mengubati pelbagai penyakit kanser. Kami memiliki testimoni daripada pesakit2 kanser yang telah sembuh /bebas kanser yang disahkan oleh doktor sendiri. Adakah anda @ orang yang tersayang serta rakan2 anda sedang bertarung dengan dengan kanser ketika ini? Ya! Anda telah buat pilihan yang tepat kerana memilih JUTAWAN HERBS! Dapatkan segera produk kami Anda akan kami 'invite' ke WhatsApp Group kami yang terdiri daripada pesakit2 kanser. Ramai yang gerun dengan rawatan Kimoterapi, dengan Group WhatSApp kami,anda boleh mendengar sendiri perkongsian daripada ahli group yang tetap kuat, dan bertenaga menjalani kehidupan seharian dengan sokongan Jus keluaran JUTAWAN HERBS ini. Marilah bersama2 mengumpul semangat juang bersama pesakit kanser yg lain. Jangan terus buang masa, kita tak akan sembuh dengan hanya menunggu tanpa usaha dan keyakinan, kita yang perlu mencari penawar untuk sembuh, kita berhak memilih untuk sembuh! Kita berhak memilih hanya yang terbaik!! 017 468 7570 EN MOHD ZUHAIRI BIN NOORDIN PENGASAS DAN PEMILIK JUTAWAN HERBS WhatsApp sekarang….
Layari laman web jusinfiniti.blogspot.my utk testimoni dan jika mahu lebih banyak lagi jadi lah ahli grup psakit2 saya anda akan bertemu lebih banyak pesakit2 yang telah sembuh dan juga pesakit2 yang masih sedang berjuang melawan kanser
BalasHapus