CERITA DI BALIK KANKER TIROID





Hasil PA yang Mengejutkan
Pada tanggal 19 September 2006, ketika umur 25 tahun, saya menjalani operasi pengangkatan  kelenjar tiroid atau gondok di  salah satu Rumah Sakit Pekanbaru Provinsi Riau. Kelenjar ini memproduksi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) dan menyalurkan hormon tersebut ke dalam aliran darah. Hormon tersebut dikendalikan oleh kadar hormon perangsang tiroid thyroid stimulating hormone (TSH) iodium non organik yang diserap dari saluran cerna merupakan bahan baku hormon tiroid.

Kemudian dari hasil PA (Pantologi Anatomi) diketahui adanya kanker tiroid tipe papiler. Dunia seolah runtuh, kaki tidak mampu berpijak, pandangan mendadak berkunang-kunang. Mendengkar kata kanker saja, pasti sudah terbayang bahwa penyakit kanker tidak ada obatnya dan akan menemui ajal di usia muda. Apalagi ketika dokter memberitahu bahwa untuk memenuhi kebutuhan tiroid harus mengkonsumsi hormon Thyrax seumur hidup dengan dosis 3 X ½ perhari. Cek darah berupa FT3, FT4, TSH dan Thyroglobulin juga harus dilakukan secara rutin. 

Tiga bulan setelah menjalani operasi, saya memutuskan untuk menikah, tepatnya pada tanggal 30 Desember 2006. Namun sebelum menikah sudah dijelaskan riwayat penyakit kepada calon suami. Betapa bahagaianya mendengar ketika calon suami bisa menerima saya apa adanya sampai saat ini.

Setelah menikah saya harus melanjutkan kontrol ke Dokter Onkologi untuk melakukan cek darah berupa TSH, FT3, FT4 dan tyhroglobulin. Khusus cek thyroglobulin baru dilakukan untuk pertama kalinya dan diketahui hasilnya 11,3 tanpa puasa hormon Thyrax. Dari hasil cek darah tersebut dokter menyarankan untuk melakukan cek thyroglobulin tiga bulan kemudian. 

Hasil thyroglobulin setelah tiga bulan sangat mengejutkan yaitu 12.1, artinya ada peningkatan dari hasil cek yang pertama. Untuk itu dokter menyarankan harus menjalani operasi yang kedua kalinya. Lemah dan tidak berdaya ketika harus mendengar operasi lagi.

Kerena minimnya pengetahuan mengenai bahayanya kanker tirroid, saya melupakan saran yang telah diberikan oleh dokter, dan memutuskan untuk melakukan program punya anak dibandingkan harus menjalani operasi yang kedua. Akhirnya saya berhasil hamil dan melahirkan di tahun 2008 secara caecar di salah satu Rumah Sakit Kabupaten Bengkalis. setelah melahirkan dan kesibukan dalam mengurus anak, masalah kanker tiroid sedikit terlupakan sampai anak umur 7,5 tahun.

Jakarta atau Malaysia?
Awal tahun 2016,  setelah kurang lebih sembilan tahun tidak melakukan kontrol ke Dokter Onkologi saya memberanikan diri untuk melakukan serangkaian cek darah dengan konsekwensi mendapat hasil terburuk sekalipun. Keberanian ini muncul atas dasar dorongan teman-teman Grup WhatsApp PITA TOSCA. 

PITA TOSCA adalah support Group dan tempat berkumpul serta berbagi informasi bagi pejuang kesehatan tiroid yang didirikan oleh Saudara Bunga Ramadani dan Astriani Dwi Aryaningtiyas. Terima kasih saya ucapkan kepada Mbak Bunga dan mbak Astri yang sudah memberikan kesempatan untuk bergabung di Grup PITA TOSCA. Selanjutnya untuk Mbak Tri Wahyuni Zuhri, Mbak Ida Mbak Ugik, Mimi Lasmi, Mbak Rina dan seluruh anggota PITA TOSCA tanpa bisa saya sebutkan satu persatu, yang telah membantu membukakan pintu keberanian untuk menghadapi kanker tiroid. Saling berbagai informasi dan cara penangan kanker tiroid secara tepat. Sehingga saya mempunyai kekuatan untuk melakukan cek darah. Dari hasil cek darah tersebut diketahui hasilnya antara lain:

  1. TSH <0,05 UUL/ML dengan nilai rujukan 0,25-5 UUL/ML
  2. FT3 5,64Pmol/c dengan nilai rujukan 4-8,3 Pmol/c
  3. FT4 39,06 Pmol/c dengan nilai rujukan 10,6 – 19,4 Pmol/c
  4. Thyroglobulin 24,9 dengan nilai rujukan<=55 untuk hasil normal thyroglobulin harus 0,001 tanpa puasa hormon thyrax.
Di lihat dari hasil cek darah di atas, Dokter Onkologi merujuk untuk melakukan Thyroid Scan di salah satu Rumah Sakit Jakarta. Untuk diketahui, di Riau belum mempunyai fasilitas Thyroid Scan, Ablasi dan Whole Boddy Scan, fasilitas tersebut merupakan tahapan dan tindakan untuk penyembuhan kanker tiroid. Namun sebelum Dokter Onkologi memberikan surat rujukan, saya mengambil keputusan untuk  melakukan pengobatan di Malaka Malaysia. 

Ada beberapa pertimbangan yang menjadikan saya harus memilih melanjutkan pengobatan di Malaka Malaysia yaitu :
  1. Antara Jakarta dan Malaysia di lihat dari tempat tinggal yaitu di Kecamatan Merbau Kabupaten kepulauan Meranti Provinsi Riau lebih dekat ke Malaysia dibanding harus ke Jakarta.
  2. Adanya fasilitas angkutan dari Rumah Sakit untuk antar jemput pasien dari Pelabuhan, Hotel dan ke Rumah Sakit secara gratis.
  3. Biaya transportasi dengan menggunakan kapal laut lebih murah dan terjangkau.
  4. Phobia dengan ketinggian dan menggunakan transportasi udara.
  5. Belum mengenal Kota Jakarta dan tidak memiliki sanak famili.

Pengalaman Pertama Pengobatan Kanker Tiroid di Malaysia
Dari berbagai pertimbangan di atas, akhirnya tanggal 20 Maret 2016, saya berangkat ke Malaka Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Selat Baru Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, dengan menggunakan transportasi laut. Hanya sekitar 1 jam 45 menit atau sekitar pukul 2 siang waktu setempat, saya udah sampai di Pelabuhan Malaka tepatnya di Terminal Ferry Antara Bangsa Malaka Malaysia.

Dari pelabuhan tersebut saya diantar oleh mobil salah satu Rumah Sakit di Malaka ke Hotel yang tidak terlalu jauh dari Terminal Ferry Antara Bangsa Malaka  dengan tarif satu malam RM60 atau sekitar Rp 190.000 ( nilai tukar Rupiah 3.220). 60 Ringgit merupakan tarif yang terjangkau, dengan fasilitas AC, TV, kamar mandi dan tempat tidur yang layak. 

Esok harinya Senin tanggal 21 Maret 2016  pukul 7.00 wib atau pukul  8 waktu setempat, di lobi Hotel, saya menunggu mobil Rumah Sakit yang akan melewati setiap Hotel, menjemput pasien  untuk di antar ke Rumah Sakit secara gratis. Setelah sampai, seperti biasa langsung daftar ke Dokter Spesialis Onkologi & Radioterapi, hanya menunggu kurang lebih 30 menit, saya sudah dipanggil ke ruangan Dokter.

Dokter memberikan banyak pertanyaan mengenai kanker tiroid dan tindakan apa saja yang sudah dilakukan. Alkhamdulillah saya sudah mepersiapkan semuanya, membawa semua berkas dari sebelum operasi sampai sesudah operasi yang dilakukan di Indonesia. Jadi bisa dijadikan referensi oleh Dokter di Malaysia. Akhirnya saya di suruh untuk melakukan cek paru-paru (karena sering mengalami sesak napas dan batuk) dan USG Thyroid

Dari hasil cek paru-paru tidak perlu dikhawatirkan, namun hasil USG Thyroid inilah diketahui ada nodul kecil-kecil di leher yang bercampur darah, itu artinya sel kanker mulai aktif. Merujuk  dari hasil Thyroglobulin satu bulan yang lalu dengan hasil 24.9 yang dilakukan di Indonesia, Dokter Spesialis Onkologi & Radioterapi  menyarankan untuk melakukan Ablasi atau proses Radioterapi Iodin dengan meminum cairan nuklir dosis 100 Mci  pada tanggal 18 April 2016.
  Photo Bareng Bersama Dokter Spesialis Onkologi dan Radioterapi

Saya menyetujui apa yang telah disarankan oleh Dokter demi kesembuhan penyakit kanker tiroid. Walaupun harus merogoh kucek dalam-dalam, karena Asuransi Kesehatan yang saya miliki tidak berlaku di Negeri Jiran ini.  Kemudian tanggal 22 Maret 2016 saya kembali ke Indonesia dan melakukan persiapan diet rendah Iodin untuk menghadapi Ablasi nantinya.

Panduan Diet Rendah Iodin untuk Proses Radioterapi Iodin atau Ablasi
Diet rendah iodin adalah diet yang mengurangi kandungan iodin dalam tubuh kurang dari 50 Microgram perhari. Diet ini hanya sementara, biasanya untuk dua minggu sebelum mendapat perawatan Radioterapi Iodin atau lebih dikenal dengan ablasi. Dengan melaksanakan diet rendah iodin, maka kandungan iodin di dalam tubuh akan menurun, dan ini akan membantu proses Radioterapi Iodin atau ablasi berjalan dengan baik.

Sebelum menjalankan Radioterapi Iodin atau ablasi di salah satu Rumah Sakit Malaka Malaysia, saya harus menjalankan diet rendah iodin mulai tanggal 4 April 2016 dan puasa  hormon Thyrax selama satu bulan yang sudah di mulai sejak tanggal 21 Maret 2016.

Panduan Diet Rendah Iodin tersebut antara lain:
KUMPULAN MAKANAN
DIBENARKAN
PERLU DIELAKKAN
Minuman
Kopi, Teh, Air Kosong
-          Semua produk tenusu, jus buah berwarna merah atau ‘fruit punch.
Caution:
Kebanyakan krimer bukan tenusu adalah tinggi iodin
Roti dan Bijirin
Gandum, roti, bijirin dan pasta yang tidak mengandungi iodin (Calcium Iodate dan Potassium Iodate)
-          Bijirin panas segera, roti komersil, biskuit, mufin, kerepek dan produk yang dibakar yang mengandung serbuk penaik/pelembut iodin
-          Mee diperbuat dari telur
Produk Tenusu
tiada
Semua produk tenusu
Gula dan Pencuci Mulut
Gula, jeli, sirap jagung, madu, sirap maple, serbuk koko
Susu coklat
Telur
Putih telur
Kuning telur atau produk yang mengandung kuning telur
Lemak
Kebanyakan lemak seperti minyak sayuran dan marjerin
Mentega
Buah dan Jus Buah-Buahan
Semua buah segar dan jus buah, buah dalam tin yang tidak mengandung pewarna merah
Buah dalam tin yang mengandung pewarna merah seperti koktail buah
Protein dan gantian
Mentega kacang semulajadi tanpa garam, lembu, khinzir, ayam, ayam belanda dan kambing
-          Semua makanan laut dan semua jenis ikan
-          Daging yang diasap seperti ham ayam, khinzir, daging dan sosej
-          Kacang kekacang, kacang soya, produk yang mengandung kacang soya
Garam
Garam tanpa iodin
Garam Iodin, garam laut
Sayur-sayuran
Semua sayur segar atau sejuk beku tanpa garam, kentang tanpa kulit
-          Alam tin atau sejuk beku bergaram
-          Rumput laut
-          Brokoli, kobis, bunga kobis, bak choy (Produk Goitrogenic)
Protein Vegetarian dan kacang soya
Kacang, tauhu, kacang soya

Komen: elakkan semua produk kacang soya melainkan anda vegetarian dan memiliki sumber protein yang terhad
-          Susu kacang soya
-          Burger vegetarian, sosej, produk daging vegetarian gantian
Lain-lain
Herba, lada, rempah ratus, cuka
-          Makanan ringan
-          Mayonis, sos putih, sos tiram, krim soso
-          Sos ikan, pes ikan bilis, sos kacang soya
Sumber: Low-iodin Diet, Patient Education, Clincal Center National Institute of Health ThyCa: Thyroid Cancer Survivors’ Association, Inc.sm.7th Edition, 2010.

Sudah terbayang bagaimana menjalani diet rendah iodin. Saya lebih banyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan yang segar yang ada di sekitar rumah seperti pepaya, pisang, sirsak dan jambu untuk memenuhi gizi yang seimbang. Sementara untuk kebutuhan protein di dapat dari daging ayam kampung. Kemudian dari diet inilah bisa diketahui bahwa sesak napas dan batuk yang sering terjad tidak pernah kambuh lagi, ternyata selama ini saya alergi protein yang berasal dari laut.

Demi  kesembuhan penyakit kanker tiroid, saya harus berjuang dan mengikuti semua yang sudah disarankan oleh Dokter. Mempersiapkan diri dan mental untuk menjalani proses Radioterapi Iodin atau ablasi agar mendapat hasil yang akurat dan bebas dari sel kanker tiroid. Semangat untuk sembuh harus ada dalam diri dan menyerahkan semua hasilnya hanya kepada Allah SWT.

Menjalani Ablasi di Negeri Jiran Malaysia
Ketika harus menjalani ablasi di Malaka Malaysia, saya mulai mencari informasi kepada teman-teman di Grup PITA TOSCA yang sudah berpengalaman dalam menjalani ablasi. Dari beberapa penjelasan bahwa reaksi tubuh dalam menerima cairan nuklir itu berbeda-beda, tergantung dari kondisi tubuh masing-masing. 

Istilah ablasi mungkin tidak asing di telinga bagi pejuang kanker tiroid, namun bagi sebagian orang terutama yang tidak memiliki masalah kelenjar tiroid atau gondok, ablasi mungkin jarang di dengar. Ablsai adalah meminum cairan nuklir atau bisa dalam bentuk capsul dengan dosis tertentu yang berfungsi untuk menghancurkan sel-sel kanker tiroid dan di isolasi kurang lebih 4 hari di ruangan khusus yang telah disediakan pihak rumah sakit. 

Ablasi bukan sesuatu yang menakutkan, sehingga sebagian orang takut untuk menghadapinya. Bagi pejuang kanker tiroid, ablasi suatu yang harus dijalani sesuai dengan saran dari Dokter. Seperti yang saya alami Senin tanggal 18 April 2016 harus menjalani ablasi di salah satu Rumah Sakit Malaka Malaysia. Setelah menandatangani berkas persetujuan ablasi, saya di antar ke lantai tiga untuk menempati ruangan isolasi. Di ruangan tersebut di beri penjelasan bahwa selama di isolasi tidak boleh keluar ruangan. Semua peralatan mandi mulai dari handuk, sabun, pasta gigi, brush gigi, shampo, tisu sudah disediakan, makan dan minum selama di isolasi juga tersedia.

Enam jam sebelum ablasi saya diharuskan berpuasa. Sekitar pukul 01.00 waktu setempat Dokter Onkologi dan Radioterapi datang membawa sebuah box ukuran sekitar 20 Cm persegi yang isinya cairan nuklir dalam bentuk capsul dosis 100Mci, kemudian Dokter memakai sarung tangan dan membuka box tersebut, dan mengambilnya dengan sebuah tongkat khusus ukuran panjang sekitar 70 Cm, dan langsung diberikan kepada saya untuk langsung menelannya. 

Hal yang sama juga dilakukan kepada teman satu kamar diruangan isolasi, jadi waktu ablasi saya tidak sendirian. Saya di ablasi bersama seorang nenek umur 80 tahun warga negara Malaysia, Beliau sebenarnya sangat ramah dan baik hati. sayangnya Beliau tidak bisa berbahasa Melayu apalagi bahasa Indonesia. Beliau hanya bisa menggunakan bahasa Hokian. Jadi saya kesulitan untuk melakukan komunikasi, hanya bahasa isyarat yang bisa saya gunakan untuk melakukan komunikasi.
Photo Bareng Oma Saat Ablasi

Satu jam kemudian perawat mengantar makanan dan obat anti muntah dan kembung dengan menggunakan pakaian anti radiasi. Selama diruangan isolasi saya hanya merasakan ruangan yang sangat dingin terasa sampai ke tulang, kemudian perawat memberikan tambahan selimut yang tebal. Di ruangan yang dingin saya harus mandi tiga kali sehari, minum air putih minimal enam liter dan banyak makan buah yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit agar radiasi cepat berkurang. Selama di isolasi saya selalu dipantau oleh dokter dan perawat yang rutin menanyakan keadaan saya.  

Saya harus menikmati ablasi dengan hati senang agar ablasi berjalan dengan semestinya membunuh sel kanker tiroid. Setelah tiga hari tiga malam tepat tanggal 21 April 2016, dokter memberitahu bahwa radiasi dalam tubuh saya sudah berkurang hanya tinggal 3 mR/h. Kemudian diperbolehkan meninggalkan ruangan isolasi dengan syarat selama 10 hari kedepan saya tidak boleh bertemu anak di bawah 13 tahun dan ibu hamil atau menyusui, dan selalu menjaga jarak dengan orang dewasa radius dua Meter. Pakaian yang telah di pakai harus di cuci sendiri dan tidak boleh di gabung dengan pakaian orang lain, dan satu hal yang perlu di ingat selama satu tahun tidak boleh hamil. 

Pada hari itu juga saya langsung pulang ke Indonesia. Sementara efek dari ablasi saya rasakan setelah satu minggu. Setiap dipersendian terasa nyilu, perut sering kembung, badan sedikit bengkak, dan selama satu bulan lidah terasa kebas dan tidak bisa merasakan rasa asin. Dokter mengatakan efek yang saya rasakan merupakan hal yang wajar dan seiringnya waktu bisa kembali normal.

Ketika Harus Memilih dan Memutuskan di Saat Hamil Pasca Ablasi Satu Bulan
Satu bulan pasca ablasi saya belum mendapatkan menstruasi, setelah masuk enam minggu saya beranikan untuk melakukan tespek secara pribadi, hasilnya sangat mengejutkan karena terbentuk dua garis merah sejajar yang artinya bisa dikatakan positif hamil. Seolah tidak percaya dengan hasil tespek, saya ulangi tespek lagi, hasilnya tetap sama. Antara percaya dan tidak, setelah enam tahun menunggu akhirnya bisa hamil. Tetapi saya ingat apa yang dikatakan Dokter Onkologi dan Radioterapi sebelum keluar dari ruangan ablasi bahwa saya belum boleh hamil sampai satu tahun pasca ablasi.

Untuk memastikan apakah saya hamil atau tidak saya berangkat ke Bengkalis untuk melakukan USG di salah satu Rumah Bersalin Kabupaten Bengkalis. Namun sayang pada saat itu dokter SpOG-nya tidak ada ditempat. Lalu saya melakukan USG dengan dokter SpOG lain. Dari hasil USG belum terbentuk kantong janin, tetapi ada penebalan pada dinding rahim, dokter menyarankan untuk kembali  dua minggu kemudian.

Tidak sabar menunggu sampai dua minggu, tepatnya tanggal 6 Juni 2016 atau hari pertama di bulan puasa saya berangkat lagi ke Bengkalis menuju Rumah Bersalin. Kenapa harus di Rumah Bersalin itu? Karena Dokternya merupakan Dokter SpOG senior yang ada di kabupaten Bengkalis, saya juga pernah melakukan program untuk anak pertama sampai melahirkan, tentu saja saya merasa nyaman jika melakukan konsultasi dengan Beliau. 

Dari hasil USG ternyata saya positif hamil kurang lebih 6 minggu. “Hamil?” tidak bisa saya gambarkan perasaan saya waktu itu. Ada perasaan senang, gembira, sedih semua bercampur aduk, Namun  apa yang harus saya lakukan? Di satu sisi saya harus melanjutkan pengobatan setelah ablasi. Sementara kalau tetap dipertahankan, kemungkinan janin tidak akan berkembang dengan baik karena masih pengaruh terhadap radiasi nuklir yang ada dalam tubuh saya yang sepenuh belum hilang. Dan masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan yang membahayakan. Berat tetapi hari itu juga harus diputuskan dan pada akhirnya harus menjalani kuret.  
Rawat Inap Saat Menjalani Kuret



Rasa sakit saat menjalani kuret mungkin tak seberapa jika harus dibandingkan dengan perasaan sedih dan harus merelakan janin yang ada dalam rahim yang tidak bisa dipertahankan. Namun suami yang selalu setia mendampingi itulah yang menjadi kekuatan sehingga bisa mengikhlaskan apa yang sudah terjadi. 

Perjuangan ini Belum Berakhir
Setelah menjalani kuret, saya harus mempersiapkan diri dan fokus pada pengobatan selanjutnya yaitu menjalani Whole Boddy Scan di Kuala Lumpur pada tanggal 18 Agustus 2016 nanti dengan harapan hasil yang bagus dan terbebas dari sel kanker tiroid. 
Sehat itu Mahal Harganya

Komentar

  1. Terharu baca kisah Mbak Wiyati. Sehat selalu yaa. Keponakan saya jg sedang berjuang. Kemoterapi setelah diangkat payudara kanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin, makasih atas doa dan supportnya... semoga cepet sehat ya mbak keponakannya.. salam buat keponakan mbak...

      Hapus
  2. Terharu baca kisah Mbak Wiyati. Sehat selalu yaa. Keponakan saya jg sedang berjuang. Kemoterapi setelah diangkat payudara kanan.

    BalasHapus
  3. Semoga sesuai harapan ya Mbk hasil pemeriksaan selanjutnya. Selalu semangat ya mbk.

    BalasHapus
  4. Semoga sesuai harapan ya Mbk hasil pemeriksaan selanjutnya. Selalu semangat ya mbk.

    BalasHapus
  5. Semoga allah senantiasa memberikan kekuatan dan semangat ya mba untuk kita semua. Pelukk

    BalasHapus
  6. Amin... makasih mbak yuni...
    Peluk untuk mbak yuni juga

    BalasHapus
  7. Amin... makasih mbak yuni...
    Peluk untuk mbak yuni juga

    BalasHapus
  8. Amin... makasih mbak yuni...
    Peluk untuk mbak yuni juga

    BalasHapus
  9. Sedih..terharu...baca kisah perjuangan yati. Tp bangga dgn kekuatan dan keikhlasan yati menjalani ketetapanNya. Semoga selanjutnya benar2 terbebas dari kanker tiroid tsb. Doa terbaik buat yati....

    BalasHapus
  10. Semoga hasil wbs nya baik ya bu, saya dari PKU dan sudah Ablasi di RS yg sama krn saya kenal itu dokter yg di photo. Tetap Semangat!.

    BalasHapus
  11. Semoga hasil wbs nya baik ya bu, saya dari PKU dan sudah Ablasi di RS yg sama krn saya kenal itu dokter yg di photo. Tetap Semangat!.

    BalasHapus
  12. Iya pak han sitohang.... wah... kita ditangani dengan dokter yang sama... makasih ya pak... tetap semangat...

    BalasHapus
  13. Semoga hasil wbs baik sesuai harapan, semoga kita terbebas dari sel yang tak di rindukan itu, selalu semangat menjalani kehidupan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin... terima kasih atas doa dan suportnya mas Agus.. saya yakin Allah akan memberi hasil yang terbaik.

      Hapus
  14. Awal bacanya masih biasa2 aja, makin keujung makin nyesak. Tak bisa ditahan air mata ni. Tetap semangat yati.. Ingat kata pepatah, jika ujian yang diberikan Allah sebesar kapal, pasti hikmah disebaliknya akan sebesar lautan. Get well soon. Wish Allah protected u always...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak.. amin... yang jelas yati tidak boleh cengeng.. harus kuat dan harus jadi pejuang tangguh untuk melawan kanker tiroid

      Hapus
  15. Halo mba Yuni, boleh saya minta kontaknya? Ada yang mau saya tanya2 terkait dengan kanker tiroid ini. Mama saya didiagnosa dokter kanker tiroid dan sekarang sedang shock berat mendengar diagnosa tersebut. Terimakasih sebelumnya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh mbak silakan wa ke 08126135350 terima kasih

      Hapus
  16. Terharu banget sama perjuangannya mbak.. Semoga bisa pulih secepatnya ya mbak.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. terima kasih mbak atas doa dan suportnya...

      Hapus
  17. Tetap semangat mb.. Semoga segera sembuh. Percayalah, selalu ada jalan keluar disetiap permasalahan.. :)

    BalasHapus
  18. Bener-bener perjuangan ya mba, terharu.
    Memang sehat itu mahal ya harganya, semangat ya mba, semoga cepat pulih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. hanya berusaha menjalani takdir yang sudah ditetapkan... dengan penuh rasa syukur dan ikhlas

      Hapus
  19. Semoga segera pulih ya, Mbak. Dijauh kan dari segala penyakit.
    Aku salut sama perjuangannya.

    BalasHapus
  20. Perjuangannya luar biasa ya mbak. Jadi ingat waktu saya sakit TB Paru tahun 2010-2011 lalu. Kepikiran buat diceritakan di blog tapi kok ya gak jadi-jadi. Huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mbak tuliskan... biar orang tau bagaimana menghadapi TB paru... sampai bisa bersih

      Hapus
  21. Selalu sehat ya mba. Tulisan ini menjadi bahan informasi yang tepat untuk pengidap kanker tiroid lainnya

    BalasHapus
  22. MasyaAllah... Beratnya perjuanganmu, mbak. Membaca kronoligisnta aja bikin terharu. Semoga Allah selalu memberi kemudahan ya

    BalasHapus
  23. Mbak terima kasih sudah berbagi ceritanya. Salam kenal ya :)
    Semoga tulisan ini bisa menginspirasi para survivor kanker lainnya dan semoga mbak diberi kesembuhan oleh Allah aamiin

    BalasHapus
  24. Mbak terima kasih sudah berbagi ceritanya. Salam kenal ya :)
    Semoga tulisan ini bisa menginspirasi para survivor kanker lainnya dan semoga mbak diberi kesembuhan oleh Allah aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah terima kasih mbak atas doa dan suportnya...

      Hapus
  25. Ceritanya panjang mba, tp aku baca dr awal smpe akhir. Bagian paling sedih saat hrs meluruhkan janin ya mba. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak sudah melusngkan waktu untuk membaca tulisan saya...

      Iya mbak saat kuretase itu gak bisa dibayangkan sedihnya... sefih harus abkasi lagi mungkin belum seberapa mbak... hingga saat ini saya masib berjuang untuk kesembuhan...

      Hapus
    2. meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya...

      Iya mbak saat kuretase itu gak bisa dibayangkan sedihnya... sedih harus ablasi lagi mungkin belum seberapa mbak... hingga saat ini saya masih harus berjuang untuk kesembuhan...

      Hapus
  26. Duh, sedihnya harus merelakan janin yg baru mau tumbuh ya mba. Rasanya lebih sakit dari kuretnya :(, semoga dapat ganti yang lebih baik
    Perjuangan belum berakhir ya mba, semangat.

    BalasHapus
  27. Kagum dengan keteguhan hati Mbak dan suami menjalani penyembuhan kanker ini. Temanku ada yang tiroidnya diambil dan harus rajin minum obat setiap hari. Dosisnya dia 1 pil kecil aja tapi kalau sampai lupa minum obat, bisa pingsan. Semoga keluarga Mbak diberikan kesehatan oleh Allah.

    BalasHapus
  28. Mba boleh minta kontaknya saya ingin sharing, saya minggu lalu lepas operasi dan hasil pa menunjukan saya terkena kanker tiroid

    BalasHapus

  29. JUTAWAN HERBS, ada penawar untuk anda sembuh daripada pelbagai penyakit kanser yang telah Terbukti berkesan dan turut dipercayai pesakit2 kanser di seluruh malaysia dan luar negara. Menjadi produk yang wajib dibawa ke mana sahaja, Produk keluaran JUTAWAN HERBS adalah pengeluar produk yang berpengalaman mengubati pelbagai penyakit kanser. Kami memiliki testimoni daripada pesakit2 kanser yang telah sembuh /bebas kanser yang disahkan oleh doktor sendiri. Adakah anda @ orang yang tersayang serta rakan2 anda sedang bertarung dengan dengan kanser ketika ini? Ya! Anda telah buat pilihan yang tepat kerana memilih JUTAWAN HERBS! Dapatkan segera produk kami Anda akan kami 'invite' ke WhatsApp Group kami yang terdiri daripada pesakit2 kanser. Ramai yang gerun dengan rawatan Kimoterapi, dengan Group WhatSApp kami,anda boleh mendengar sendiri perkongsian daripada ahli group yang tetap kuat, dan bertenaga menjalani kehidupan seharian dengan sokongan Jus keluaran JUTAWAN HERBS ini. Marilah bersama2 mengumpul semangat juang bersama pesakit kanser yg lain. Jangan terus buang masa, kita tak akan sembuh dengan hanya menunggu tanpa usaha dan keyakinan, kita yang perlu mencari penawar untuk sembuh, kita berhak memilih untuk sembuh! Kita berhak memilih hanya yang terbaik!! 017 468 7570 EN MOHD ZUHAIRI BIN NOORDIN PENGASAS DAN PEMILIK JUTAWAN HERBS WhatsApp sekarang….

    BalasHapus
  30. Layari laman web jusinfiniti.blogspot.my utk testimoni dan jika mahu lebih banyak lagi jadi lah ahli grup psakit2 saya anda akan bertemu lebih banyak pesakit2 yang telah sembuh dan juga pesakit2 yang masih sedang berjuang melawan kanser

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAYA PEJUANG KANKER TIROID

HIDUP ADALAH PERJUANGAN