PUASA RAMADAN DAN PUASA LIVOTHYROXINE


Urutan Nama-nama bulan dalam kalender Islam atau kalender tahun Hijriah antara lain Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadan, Syawal, Dzulkaidah dan Zulhijah yang jumlah harinya  dalam satu bulan  antara 29 hari dan 30 hari. Jadi bulan ke-9 tahun Hijriah merupakan bulan Ramadan. dimana pada bulan ini orang Islam yang sudah berakil balig diwajibkan berpuasa. 

Puasa Ramadan adalah menahan diri dari hawa nafsu yang dapat membatalkan puasa mulai dari makan dan minum, berjimak dan lain-lain dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama bulan Ramadan. Bulan Ramadan 1438 Hijriah kali ini bertepatan dengan tanggal 27 Mei 2017 tahun Masehi. Dimana saya merupakan orang islam yang sudah berakil balig yang diwajibkan berpuasa. Namun saya juga merupakan pejuang kanker tiroid yang diharuskan minum obat berupa hormon Livothroxine seumur hidup.
  
Pada bulan Ramadan tahun ini, saya juga harus berpuasa atau stop konsumsi hormon Livothyroxine mulai tanggal 19 Juni 2017 sampai 21 Juli 2017 untuk menjalani radioterapi iodin atau lebih dikenal dengan ablasi pada tanggal 17 Juli 2017 sampai 21 Juli 2017 di Malaysia. Jadi ketika saya harus menjalani puasa Ramadan sekaligus puasa hormon Livothyroxine merupakan tantangan yang berat. Karena selain menjaga pola makan yang berubah di waktu bulan puasa, saya juga harus merasakan bagaimana tubuh ini tanpa  hormon Livothyroxin yang biasa saya konsumsi setiap harinya dengan dosis 1 ½ x 1 hari. 

Saya harus kuat dan semangat untuk menjalani ibadah puasa sekaligus puasa hormon Livothroxine agar dua-duanya bisa berjalan dengan baik. Bulan Ramadan bukan halangan untuk tetap menjalankan puasa hormon livothyroxsine. Saya yakin pada bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah, sehingga persiapan untuk ablasi ke-3 juga bisa berjalan lancar dengan harapan  sel kanker yang ada di dalam tubuh bisa hilang.

Yakin seyakin-yakinnya dengan usaha yang sudah saya lakukan dan kekuatan doa sel kanker yang sudah mencapati stadium 4 akan sembuh dengan pertolongan Allah. Apalagi Dokter Onkologi dan Radioterapi pada bulan April 2017, sudah dinyatakan sembuh 95%, namun masih ada sel kanker sekitar 5% ada di leher sebelah kiri, makanya harus di ablasi lagi untuk ketiga kalinya. Doa dan harapan masih ada dalam jiwa yang kuat sebagai pejuang kanker tiroid. 

#ALUMNI_SEKOLAHPEREMPUAN
#sekolahperempuan



Komentar

  1. Ya Allah mbaaa.. kuatnya dirimu. Semoga Allah segera mengangkat penyakitmu ya mba. Tetap semangat, dan yakinlah Allah tidak akan menguji hambaNya melebihi kemampuan hamba itu sendiri. *Big hug*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Allah terima kasih mbak atas doa dan suportnya...

      Hapus
  2. Mbaaak, semoga Allah segera mengangkat penyakit mbak ya dan menjadikan kesabaraan mbak sebagai ladang amal untuk akhirat kelak. tetap semangat mbak

    BalasHapus
  3. Mbak Wiyati, semangat perjuanganmu sungguh hebat mbak. Teruslah menulis, agar survivor lain mendapatkan kekuatanmu Mbak. Hebat!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA DI BALIK KANKER TIROID

SAYA PEJUANG KANKER TIROID

HIDUP ADALAH PERJUANGAN